PERJALANAN BUMBU PECEL “BU JASMI”


Tak terasa, pemasaran sudah menginjak kurang lebih 5 bulan. Sudah ada 30 Outlet / toko untuk mentitipkan produk (Bumbu Pecel). Toko tempat penitipian produk BUMBU PECEL, “BU JASMI” KHAS NGANJUK adalah para penjual sayur (istilah di kota Malang Pracangan), ada juga toko –toko klontong – yang jualan sembako juga tak luput dari bidikan saya. Awalnya penjualannya BUMBU PECEL BU JASMI KHAS NGANJUK lambat, biasalah produk baru. Tapi saat ini, sudah lumayan, yang tadinya 1 outlet seminggu laku 1 Pack (isi 5 biji, ukuran kecil), 1 minggu laku 3 – 6 bungkus per minggu, sebagai contoh :

1. Pracangan Ibu Rokaiyah : Ibu Rokaiyah menjual sayur (Pracangan) sudah puluhan tahun, yang pasti langanan banyak. Pertama kali saya tawarin produk bumbu pecel saya, ibu Rokaiyah Ragu, takut ngak laku, memang pernah ia kulakan (beli dagangan) Bumbu pecel merk lain, lakunya lama 1 minggu ngak habis 1 pak. Saya tawarin sistemnya konsinyasi aja, kalau ngak laku boleh dikembalikan, akhir beliau mau. Sekarang ia rutin ambil 3 pak per minggu.

2. TOKO Bpk. SOKIB. Toko ini menjual sembako, seperti beras, gula, mie, kebutuhan pokok lainnya, dan ditambah menjual sayur-sayuran. Sama seperti Ibu Rokaiyah, saat saya tawarin produk BUMBU PECEL “BU JASMI” KHAS NGANJUK , pak Syokib kelihatan ragu, malah dia memperlihatkan Bumbu pecel yang selama ini ia jual. Saya lihat dari segi penampilan, BUMBU PECEL yang diperlihatkan Pak Sokib adalah Bumbu Pecel merk yang sudah ngetop banget, dan dipasaran sudah tidak asing lagi. Melihat apa yang diperlihatkan pak Sokib, nyali saya ciut, semangat saya drop dan timbul rasa hampir putus asa. Tapi coba saya jelaskan, bahwa saya ini nitip (istilah konsinyasi) kalau ngak laku boleh kembali, cara ini saya coba untuk bisa meyakinkan Pak Sokib. Dan akhirnya Pak Sokib menerima tawaran saya, dan mau menjualkan “BUMBU PECEL BU JASMI” KHAS NGANJUK. Berjalannya waktu hingga saat per Agustus 2010 , Toko pak Sokib per minggu menghabiskan 6 Pack.
3. Demikian halnya dengan toko-toko lainnya yang saya titipi “BUMBU PECEL BU JASMI” KHAS NGANJUK hampir sama dengan contoh yang telah saya jelaskan diatas.

Seorang Sales seharusnya mempunyai mental yang tangguh, tidak gampang menyerah, tidak gampang putus asa. Ditolak, dihina, dicuekin, malah dikata-katain dengan kata-kata yang tidak pantas adalah hal yang biasa didunia per salesan. Suana tidak mengenakkan adalah hal yang harus dihadapi seorang sales (Marketing) karena akan membentuk menjadi pribadi yang tangguh menghadapi segala ujian, dan segala suana dan kondisi apapun.

BUMBU PECEL “BU JASMI” KHAS NGANJUK dilihat dari sekilas, dan tampilan memang kurang menarik. Maklumlah labelnya saya desaign sendiri sebisanya. Yang membedakan katanya customer adalah rasanya , tidak kalah dengan merk K********I yang sudah ngetop. Informasi itu saya terima dari para penjual bumbu pecel, dan juga dari Custumer secara langsung yang sudah merasakan “BUMBU PECEL BU JASMI” KHAS NGANJUK.

Apabila pembaca ingin merasakan SENSASI dari BUMBU PECEL BU JASMI KHAS NGANJUK dan mendapatkan Telp FLEX di 0341-9157249 (YUDI).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s